Jumat, 15 Desember 2017

MoU Sebagai Pendahuluan Perikatan

Seorang CEO alias Chief EVERYTHING Officer, seringkali mesti melakukan segala sesuatunya sendiri, sampai-sampai 24 jam terasa tidak cukup. Jangankan mikirin kontrak, telfonin potential client dan partner saja gak berhenti-berhenti.

Tunggu dulu. Buat apa capek-capek approach, pas sudah deal, eh jadi mental lagi karena tidak ada ikatan hitam di atas putih.

Seorang teman pengusaha datang ke tiap-tiap hotel besar di Jakarta untuk menawarkan mesin jus yang ia datangkan dari luar negeri. Dia bercerita dengan penuh semangat bahwa hotel A dan hotel B sudah deal mau menggunakan mesin jus darinya. Respon dari saya langsung, “Oh great, sudah diikat dengan kontrak kan?”. Nada semangatnya menjadi sedikit turun dan menjawab “cukup gentlemen agreement saja kan?”. Saya terpaksa melanjutkan, “Kalau hanya sekedar ucapan, apa dasar keyakinanmu bahwa hotel itu pasti menepati perkataannya? Bagaimana jika orang yang kamu deal ternyata besok dimutasi?”

Saya rasa tidak sedikit juga dari kita yang berada dalam kondisi serupa. Yakin dengan sekedar perkataan “Ya”, tanpa landasan tertulis berupa kontrak.

Padahal kalau dipikir, apa ruginya membuat kontrak? Takut pihak lawan enggan tanda tangan? Justru itu harus menjadi tanda awal, mengapa mereka ragu teken kontrak. Jangan-jangan ada maksud yang tidak diungkapkan.

Jika ada hal yang masih belum dapat ditentukan diantara para pihak saat ini, Anda dapat terlebih dahulu membuat MoU. MoU atau Nota Kesepahaman menggambarkan pemahaman para pihak dalam rencana untuk masuk ke dalam perikatan diantara mereka. MoU biasanya memuat hal-hal pokok dan memiliki tenggang waktu. Kerenanya, ketika para pihak hendak melaksanakan hubungan bisnis diantara mereka, harus dibuat suatu perjanjian kerja sama.

Seringkali orang salah kaprah, maksudnya Perjanjian Kerja Sama, tetapi menyebutnya MoU. Hati-hati ya.. ingat MoU itu ibarat pra-kontrak. Hak dan Kewajiban Para Pihak dan perlindungan kedudukan Anda dalam transaksi bisnis tetap harus dituangkan dalam kontrak.

Sekarang sudah ada sebuah website di bidang hukum yang menyediakan jasa pembuatan dan peninjauan surat-surat perjanjian/ kontrak untuk Anda.

www.kontrakhukum.com , your one stop legal documents services. Anda dapat memilih kebutuhan kontrak, jenis perjanjian, bahasa, sekaligus melakukan pembayaran lewat website ini. Kunjungi www.kontrakhukum.com , Anda akan mendapatkan username dan password untuk bisa membuka dashboard pribadi Anda! Lewat kontrakhukum.com Anda serasa memiliki lawyer pribadi untuk kebutuhan surat-surat perjanjian (bisnis) Anda.

Rieke Caroline, SH, MKn.
CEO & Founder
Email: rieke.caroline@gmail.com


PT Teras Perjanjian Digital
Jl. Raden Saleh Raya No. 46A, Cikini, Menteng
Jakarta Pusat, Indonesia
email: info@kontrakhukum.com
Telephone: 0858.858.10545 (WA)
0822.692.67828

Twitter: @kontrakhukum
FB: fb.com/kontrakhukum
IG: kontrakhukum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Lebih Jauh Tentang Paten

Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang No 14 Tahun 2001 tentang Paten menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Paten adalah “hak eksklusif yang diberi...