Senin, 19 Maret 2018

Apa Syarat Sebuah Penemuan Bisa Dipatenkan?


Invensi, penemuan atau karya cipta yang sudah anda buat dengan susah payah sudah semestinya dilindungi bukan? Apalagi kalau hal tersebut telah atau berpotensi menghasilkan keuntungan ekonomis untuk anda. Sebuah pertanyaan menarik yang timbul adalah, apakah semua penemuan atau karya harus dipatenkan?


Indonesia telah mengeluarkan aturan hukum baru untuk perlindungan Hak Paten yaituUndang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten (“UU Paten”). Akan tetapi, aturan mengenai invensi yang tidak dapat diberi hak paten tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan undang-undang yang sebelumnya yaitu Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten.

Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Namun sayangnya, tidak semua invensi dapat dilindungi Paten. Hanya invensi yang memenuhi syarat yang dapat dimintakan perlindungan Paten. Agar mendapatkan perlindungan paten, suatu invensi harus memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Pasal 3 ayat (1) jo. Pasal 2 huruf a UU Paten, yaitu
1.    Invensi yang baru;
Yang dimaksud dengan invensi yang baru bukanlah dari tidak ada menjadi ada, akan tetapi jika pada Tanggal Penerimaan, invensi tersebut tidak sama dengan teknologi yang telah pernah diungkap atau didaftarkan sebelumnya. "Tidak sama" adalah bukan sekadar beda, tetapi harus dilihat sama atau tidak sama dari fungsi ciri teknis (features) Invensi tersebut dibanding fungsi ciri teknis Invensi sebelumnya. Padanan istilah teknologi yang diungkapkan sebelumnya adalah state of the art atau prior art, yang mencakup literatur Paten dan bukan literatur Paten. 

2.    Mengandung langkah inventif;
Invensi mengandung langkah inventif jika Invensi tersebut bagi seseorang yang mempunyai keahlian tertentu di bidang teknik merupakan hal yang tidak dapat diduga sebelumnya

Yang dimaksud dengan "hal yang tidak dapat diduga sebelumnya (non-obvious)", misal Permohonan Paten sikat gigi dengan kepala sikatnya bisa dilepas sehingga dapat dipasang dengan kepala pisau cukur sehingga dapat difungsikan untuk mencukur. Invensi ini tidak dapat diduga oleh orang yang ahli di bidangnya. 

3.    Dapat diterapkan dalam industri.
Invensi dapat diterapkan dalam industri jika Invensi tersebut dapat dilaksanakan dalam industri sebagaimana diuraikan dalam Permohonan. Invensi berupa produk yang dapat diterapkan dalam industri harus mampu dibuat secara berulang-ulang (secara massal) dengan kualitas yang sama, sedangkan jika Invensi berupa proses maka proses tersebut harus mampu dijalankan atau digunakan dalam praktik

Sedangkan invensi yang tidak dapat diberi Paten, meliputi: 
a. proses atau produk yang pengumuman, penggunaan, atau pelaksanaannya bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, agama, ketertiban umum, atau kesusilaan;
b.  metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan/ atau pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan/atau hewan;
c.  teori dan metode di bidang ilmu pengetahuan dan matematika;
d.  makhluk hidup, kecuali jasad renik; atau
e.  proses biologis yang esensial untuk memproduksi tanaman atau hewan, kecuali proses nonbiologis atau proses mikrobiologis.

Invensi anda termasuk dalam kriteria tersebut? Atau masih ragu juga mendaftarkan hak patennya? Nah kami dari  www.kontrakhukum.com menyediakan jasa pendampingan dan pemenuhan kebutuhan hukum penemuan anda secara online. Jadi tunggu apalagi? Kami tunggu anda di www.kontrakhukum.com  

Salam hangat,

Dwinta, S. H.

Twitter & Instagram: @olladwinta

www.kontrakhukum.com  
PT Teras Perjanjian Digital
Jl. Raden Saleh Raya No. 46A, Cikini, Menteng
Jakarta Pusat, Indonesia
email: info@kontrakhukum.com
Telephone: 
0858.858.10545 (WA)
0822.692.67828


Twitter  : @kontrakhukum 
FB  : fb.com/kontrakhukum
IG  : kontrakhukum
Linkedin : PT. Teras Perjanjian Digital


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Lebih Jauh Tentang Paten

Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang No 14 Tahun 2001 tentang Paten menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Paten adalah “hak eksklusif yang diberi...