Rabu, 04 April 2018

Hak Cipta Sebuah Logo



Seorang teman yang bernama Bambang, bekerja di sebuah biro desain menceritakan kebingungannya. “Bagaimana hukumnya bila klien mendaftarkan paten logo yang saya ciptakan tanpa persetujuan saya? Bisakah saya meminta pertanggungjawaban atas perbuatan klien saya yang mematenkan terhadap karya saya tanpa sepengetahuan saya?”

Apakah anda juga merasakan kebingungan yang sama?

Singkat cerita, di sini pentingnya sebuah perjanjian. Logo sebagaimana yang dimaksud Bambang  diasumsikan berupa gambar. Dalam hal logo berupa gambar, logo yang dia buat dilindungi dengan hak cipta. Dalam hal ini, apabila dalam perjanjian kerja Bambang dengan biro tempat dia bekerja diperjanjikan bahwa hak cipta atas karyanya dipegang oleh biro tempatnya bekerja, maka yang punya hak cipta atas karya tersebut adalah biro tempatnya bekerja. Apabila tidak diperjanjikan, maka Bambang yang punya hak cipta atas karya ciptanya berupa logo tersebut.

Selanjutnya, Bambang harus melihat perjanjian pesanan antara biro tempatnya bekerja dengan klien. Jika tidak diperjanjikan siapa yang menjadi pemegang hak cipta, maka yang memegang hak cipta adalah dia atau biro tempat dia bekerja (jika diperjanjikan demikian dalam perjanjian kerja). Jika dalam perjanjian tersebut diperjanjikan bahwa klien yang akan memegang hak cipta, maka yang menjadi pemegang hak cipta adalah klien biro. Dalam hal pemegang hak cipta adalah Bambang atau biro tempat dia bekerja (bergantung pada kesepakatan dalam perjanjian kerja), jika klien mendaftarkan logo tersebut atas namanya, Bambang atau biro tempat dia bekerja mempunyai hak untuk meminta pembatalan pendaftaran logo tersebut oleh si klien.

Jika dalam perjanjian antara biro tempat Bambang bekerja dengan klien, diperjanjikan bahwa yang memegang hak cipta adalah klien biro, maka baik Bambang maupun biro tempat dia bekerja tidak mempunyai hak untuk meminta pembatalan pencatatan ciptaan dalam daftar umum ciptaan (hak cipta) atas logo tersebut. Jadi, selalu hati-hati dengan perjanjian awal, karena hanya itu pegangan mutlak apabila terjadi hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Bagaimana ulasan lengkapnya melalui perspektif hukum? Pertama, kami perlu sampaikan bahwa untuk logo berupa gambar, perlindungannya bukan dengan paten. Berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Patenpaten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Dalam hal logo berupa gambar, logo yang Bambang buat dilindungi dengan hak cipta, sebagaimana diatur dalam Pasal 40 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (“UU Hak Cipta”), yang berbunyi sebagai berikut:

Ciptaan yang dilindungi meliputi Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, terdiri atas:
a.       buku, pamflet, perwajahan karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lainnya;
b.      ceramah, kuliah, pidato, dan Ciptaan sejenis lainnya;
c.       alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan;
d.      lagu dan/atau musik dengan atau tanpa teks;
e.       drama, drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim;
f.       karya seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung, atau kolase;
g.      karya seni terapan;
h.      karya arsitektur;
i.        peta;
j.        karya seni batik atau seni motif lain;
k.      karya fotografi;
l.        Potret;
m.    karya sinematografi;
n.   terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, basis data, adaptasi, aransemen, modifikasi dan karya lain dari hasil transformasi;
o.      terjemahan, adaptasi, aransemen, transformasi, atau modifikasi ekspresi budaya tradisional;
p.  kompilasi Ciptaan atau data, baik dalam format yang dapat dibaca dengan Program Komputer maupun media lainnya;
q.      kompilasi ekspresi budaya tradisional selama kompilasi tersebut merupakan karya yang asli;
r.        permainan video; dan
s.       Program Komputer.

Selanjutnya, karena logo ini diciptakan berdasarkan pesanan dari klien kepada biro tempat Bambang bekerja, hal pertama yang seharusnya Bambang lakukan adalah melihat perjanjian antara biro tempat dia bekerja dan pihak klien. Apakah dalam perjanjian tersebut diatur mengenai siapa yang akan menjadi pencipta dan pemegang hak cipta?

Kemudian, Bambang harus juga melihat perjanjian kerja antara dia dan biro tempat dia bekerja, apakah diperjanjikan mengenai siapakah yang akan menjadi pemegang hak cipta atas suatu karya?

Sebagaimana diatur dalam Pasal 36 UU Hak Ciptakecuali diperjanjikan lainPencipta dan Pemegang Hak Cipta atas Ciptaan yang dibuat dalam hubungan kerja atau berdasarkan pesanan yaitu pihak yang membuat Ciptaan.

Dalam hal tidak diperjanjikan siapa yang memegang hak cipta dalam perjanjian antara biro tempat Bambang bekerja dengan klien, maka sebagaimana diatur dalam Pasal 36 UU Hak Cipta, Bambang atau biro tempat dia bekerja adalah pemegang hak cipta atas logo tersebut (sesuai kesepakatan dalam perjanjian kerja). Sehingga jika klien mendaftarkan logo tersebut atas namanya, Bambang atau biro tempat dia bekerja mempunyai hak untuk meminta pembatalan pendaftaran logo tersebut oleh klien Anda, sebagaimana diatur dalam Pasal 97 jo. Pasal 69 ayat (1) UU Hak Cipta sebagai berikut:

Pasal 97 UU Hak Cipta:
1.      Dalam hal Ciptaan telah dicatat menurut ketentuan Pasal 69 ayat (1), pihak lain yang berkepentingan dapat mengajukan gugatan pembatalan pencatatan Ciptaan dalam daftar umum Ciptaan melalui Pengadilan Niaga.
2.      Gugatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditujukan kepada Pencipta dan/atau Pemegang Hak Cipta terdaftar.

Pasal 69 ayat (1) UU Hak Cipta:
Dalam hal Menteri menerima Permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (4), Menteri menerbitkan surat pencatatan Ciptaan dan mencatat dalam daftar umum Ciptaan.

Jika dalam perjanjian antara biro tempat Anda bekerja dengan klien Anda diperjanjikan bahwa yang memegang hak cipta adalah klien Anda, maka baik Anda maupun biro tempat Anda bekerja tidak mempunyai hak untuk meminta pembatalan pencatatan ciptaan dalam daftar umum ciptaan (hak cipta) atas logo tersebut.

Jadi, ingat selalu untuk teliti dengan segala bentuk perjanjian, salah satunya perjanjian soal hak karya cipta ini. Nah apabila anda ingin hemat waktu, biaya dan tenaga dalam membuat atau mengecek keabsahan suatu perjanjian badan usaha, tinggal klik dan konsultasikan dengan kami di www.kontrakhukum.com untuk jasa pendampingan kebutuhan hukum anda secara online.


Salam hangat,

Dwinta, S. H.
www.kontrakhukum.com
PT Teras Perjanjian Digital
Jl. Raden Saleh Raya No. 46A, Cikini, Menteng
Jakarta Pusat, Indonesia
email: info@kontrakhukum.com
Telephone:
0858.858.10545 (WA)
0822.692.67828

Twitter  : @kontrakhukum
FB  : fb.com/kontrakhukum
IG  : kontrakhukum
Linkedin : PT. Teras Perjanjian Digital

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Lebih Jauh Tentang Paten

Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang No 14 Tahun 2001 tentang Paten menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Paten adalah “hak eksklusif yang diberi...