Kamis, 03 Mei 2018

Mengenal Lebih Jauh Tentang Paten

Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang No 14 Tahun 2001 tentang Paten menyatakan bahwa yang dimaksud dengan Paten adalah “hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya.”

Sedangkan untuk setiap invensi berupa produk atau alat yang baru dan mempunyai nilai kegunaan praktis disebabkan oleh bentuk, konfigurasi, konstruksi, atau komponennya dapat memperoleh perlindungan hukum dalam bentuk Paten Sederhana (Pasal 6 UUP).

Untuk membedakan antara Paten dengan Paten Sederhana, terlebih dahulu kita harus membahas mengenai apa yang dimaksud dengan invensi.
 
Pasal 1 ayat (2) UUP menyatakan yang dimaksud dengan invensi adalah ide inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi dapat berupa produk, proses atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses.

Lalu ada yang namanya Paten Sederhana. Dalam Undang-undang ini objek Paten Sederhana tidak mencakup proses, penggunaan, komposisi, dan produk yang merupakan product by process. Objek Paten Sederhana hanya dibatasi padahal-hal yang bersifat kasat mata (tangible), bukan yang tidak kasatmata (intangible). Di beberapa negara, seperti di Jepang, Amerika Serikat, Filipina, dan Thailand, pengertian Paten Sederhana disebut utility model, petty patent, atau simple patent, yang khusus ditujukan untuk benda (article) atau alat (device).

Berbeda dari Undang-undang Paten-lama, dalam Undang-undang ini perlindungan Paten Sederhana dimulai sejak Tanggal Penerimaan karena Paten Sederhana yang semula tidak diumumkan sebelum pemeriksaan substantif diubah menjadi diumumkan. Permohonan Paten Sederhana diumumkan paling lambat 3 (tiga) bulan sejak Tanggal Penerimaan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat luas guna mengetahui adanya Permohonan atas suatu Invensi serta menyampaikan pendapatnya mengenai hal tersebut. Selain itu dengan pengumuman tersebut, dokumen Permohonan yang telah diumumkan tersebut segera dapat digunakan sebagai dokumen pembanding, jika diperlukan dalam pemeriksaan substantif tanpa harus melanggar kerahasiaan Invensi.

Di samping itu, konsep perlindungan bagi Paten Sederhana yang diubah menjadi sejak Tanggal Penerimaan, bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada Pemegang Paten Sederhana mengajukan gugatan ganti rugi akibat pelanggaran terhitung sejak Tanggal Penerimaan. Gugatan ganti rugi baru dapat diajukan setelah Paten Sederhana diberikan. Sifat baru dari Paten Sederhana dalam Undang-undang Paten-lama tidak begitu jelas. Dalam Undang-undang ini ditegaskan kebaruan bersifat universal. Di samping tidak jelas, ketentuan dalam Undang-undang Paten-lama memberikan kemungkinan banyaknya terjadi peniruan Invensi dari luar negeri untuk dimintakan Paten Sederhana. Jangka waktu pemeriksaan substantif atas Paten Sederhana yang semula sama dengan Paten, yakni dari 36 (tiga puluh enam) bulan diubah menjadi 24 (dua puluh empat) bulan terhitung sejak Tanggal Penerimaan. Hal itu dimaksudkan untuk mempersingkat jangka waktu pemeriksaan substantif agar sejalan dengan konsep Paten dalam rangka meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Jadi apa perbedaan mendasar antara Paten dengan Paten Sederhana? Paten dapat mencakup invensi yang lebih luas yaitu proses (aktifitas) dan produk (alat, sistem, komposisi) sedangkan Paten Sederhana hanya mencakup obyek alat atau kegunaan suatu barang atau benda. Lalu, progres teknologi dalam paten sederhana lebih simpel daripada progres teknologi dalam paten. Maksimum perlindungan Paten Sederhana lebih pendek daripada maksimum perlindungan Paten. Perlindungan untuk Paten Sederhana sesuai dengan Pasal 9 UUP adalah selama 10 tahun terhitung dari Tanggal Penerimaan, sedangkan Paten dilindungi 20 tahun sejak Tanggal Penerimaan. (Pasal 8 ayat (1) UUP).

 Paten Sederhana tidak dapat dimintakan lisensi wajib sebagaimana terdapat dalam Pasal 107 UUP (lisensi untuk melaksanakan Paten yang diberikan berdasarkan keputusan Ditjen HKI atas dasar permohonan dan biaya tertentu sehingga pihak lain dapat melaksanakan hak tersebut karena pemegang hak tidak melaksanakan haknya selama 3 tahun berturut-turut) sedangkan Paten dapat dikenai lisensi wajib. Klaim Paten Sederhana dibatasi dengan satu klaim independen, sedangkan Paten jumlah klaimnya tidak dibatasi.

Hak paten berlaku teritorial. Secara umum, hak eksklusif ini hanya berlaku di negara atau wilayah di mana paten telah diajukan dan diberikan, sesuai dengan hukum negara atau wilayah yang bersangkutan.

Paris Convention menerapkan prinsip ‘national treatment’ sebagaimana tertuang dalam Pasal 2 ayat (1) sebagai berikut :

Nationals of any country of the Union shall, as regards the protection of industrial property, enjoy in all the other countries of the Union the advantages that their respective laws now grant, or may hereafter grant, to nationals; all without prejudice to the rights specially provided for by this Convention. Consequently, they shall have the same protection as the latter, and the same legal remedy against any infringement of their rights, provided that the conditions and formalities imposed upon nationals are complied with.
  
Pasal 16 ayat (1) huruf a UUP menyatakan bahwa:

Pemegang Paten memiliki hak eksklusif untuk melaksanakan Paten yang dimilikinya dan melarang pihak lain yang tanpa persetujuannya:

a)    Dalam hal paten-produk: membuat, menggunakan, menjual, mengimpor, menyewakan, menyerahkan, atau menyediakan untuk dijual atau disewakan atau diserahkan produk yang diberi Paten;

Sedangkan dalam Pasal 1 ayat (6) UUP yang dimaksud dengan Pemegang Paten adalah Inventor sebagai pemilik Paten atau pihak yang menerima hak tersebut dari pemilik Paten atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak tersebut, yang terdaftar dalam Daftar Umum Paten.

Suatu paten yang telah habis masa berlakunya tidak dapat diperpanjang lagi sesuai dengan Pasal
8 ayat (1) Undang-Undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten (“UUP”) sebagai berikut :

Pasal 8 (1)   Paten diberikan untuk jangka waktu selama 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak Tanggal Penerimaan dan jangka waktu itu tidak dapat diperpanjang.

Jika masa perlindungan hak paten telah berakhir, maka suatu invensi akan menjadi public domain sehingga pihak lain dapat memproduksi dan menjualnya secara bebas. Aturan mengenai masa berlaku hak paten dimaksudkan agar tidak ada pihak yang secara terus menerus dapat mengontrol seluruh industri sehingga dikhawatirkan dapat merugikan masyarakat dan sistem perdagangan.

Lindungi invensi anda dengan mendaftarkan hak paten yang dibutuhkan. Nah kalau anda ingin hemat waktu dan tenaga dalam mengurus hal ini, tinggal klik dan konsultasikan dengan kami di www.kontrakhukum.com untuk jasa pendampingan kebutuhan hukum badan usaha anda secara online. Praktis, aman dan nyaman! 

Salam hangat,
Dwinta, S. H.
www.kontrakhukum.com
PT Teras Perjanjian Digital
Jl. Raden Saleh Raya No. 46A, Cikini, Menteng
Jakarta Pusat, Indonesia
email: info@kontrakhukum.com
Telephone:
0858.858.10545 (WA)
0822.692.67828

Twitter  : @kontrakhukum
FB  : fb.com/kontrakhukum
IG  : kontrakhukum
Linkedin : PT. Teras Perjanjian Digital

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Atas Desain Interior

Interior Design  menurut  International Interior Design Association (IIDA)  adalah sebagai berikut. Interior design is a multi...